Selamat Datang Basudaraku

Sumber: Selamat Datang Basudaraku

Iklan
Diposkan pada Uncategorized | Komentar Dinonaktifkan pada Selamat Datang Basudaraku

Cikal Bakal Berdirinya CU Hati Amboina

CIMG2215

Pada bulan November 2006 dalam sidang KWI Para Uskup di Indonesia mengundang beberapa pakar dari BKCU Kalimantan antara lain Bapak Drs.A.R Mecer untuk memberikan penjelasan tentang Credit Union yang dikembangkan di Kalimantan. Dalam sidang tersebut para Uskup mengambil keputusan untuk mendukung gerakan CU di keuskupannya masing-masing, sebagai salah satu sarana untuk membantu umat menuju kehidupan ekonomi keluarga yang lebih baik. Bertolak dari keputusan diatas maka sekembalinya Uskup Diosis Amboina dari sidang KWI, beliau mengadakan pertemuan bersama dengan para pastor Keuskupan Amboina untuk menyampaikan hasil sidang, yang salah satunya adalah tentang gerakan Credit Union gaya Kalimantan.  Uskup Diosis Amboina melihat bahwa gerakan ini sangatlah baik bagi perkembangan umat khususnya di bidang ekonomi. Beliau berkeinginan agar gerakan ini bukan hanya dikembangkan di kota Ambon tetapi juga diseluruh wilayah Keuskupan Amboina, dan umat dapat berpartisipasi dan terlibat aktif dalam gerakan dimaksud.

Selain mendengar penjelasan Uskup Diosis Amboina tentang gerakan tersebut, perkembangan gerakan ini “CU Ala Kalimantan” juga sudah mulai dikenal melalui MAJALAH HIDUP. Berbekal dari informasi yang dimuat dalam MAJALAH HIDUP serta sharing yang disampaikan oleh Uskup Diosis Amboina, membuat salah satu misionaris asal Belanda yakni Pastor Wilhelmus Zomer, MSC yang sudah puluhan tahun berkarya di Keuskupan Amboina tersentuh hati-Nya untuk memulai gerakan ini dan berniat membuat CU di Ambon yang dimulai dari Paroki Hati Kudus Yesus dimana beliau ditugaskan. Gagasan dan niat ini semakin diperkuat pada saat MUSPASPAS ( Musyawarah Pastoral Pastores ) Keuskupan Amboina bulan Febuari 2007 yang berfokus pada tema “MENANAM DAN MENABUNG” yang menjadi program keuskupan tahun 2007. Bertolak dari tema tersebut sebagai Pastor Paroki memulai dengan program menabung Rp 1.000 perhari.

CIMG2216

Menindaklanjuti hasil MUSPASPAS, September 2007 Komisi PSE Keuskupan Amboina meyelenggarakan pertemuan bersama selama 2 hari bertempat di Wisma Gonzalo Veloso Karang Panjang Ambon, yang melibatkan seluruh DPP sewilayah kota Ambon dengan mendatangkan Pastor Byanta, C.M ( Sekretaris Executif PSE KWI Jakarta ) dan Pastor Fredy Rante Taruk, Pr ( Ketua PSE Keuskupan Agung Makasar ) untuk mendengarkan keterangan  awal secara langsung mengenai CU gaya Kaliamantan.

CIMG2243

Berdasarkan saran, masukan dari berbagai pihak, beberapa pastor diantaranya Pastor Wilhelmus Zomer, MSC dari Paroki Hati Kudus Yesus, Sr. Fransisco, PBHK dari Yayasan Rinamakana dan beberapa pihak lain berkoordinasi dengan pihak PSE Keuskupan Amboina untuk memfasilitasi Pendirian CU di Kota Ambon. Akhir November 2007 diselenggarakanlah Strategic Planning selama kurang lebih 3 hari bertempat di Aula Yayasan Rinamakana dengan melibatkan DPP inti dari 5 (lima) Paroki di wilayah kota Ambon antara lain : Paroki Hati Kudus Yesus, Paroki Halong, Paroki Passo, Paroki Laha, Paroki Ahuru dan Yayasan Rinamakana. Dalam pelaksanaan Strategic Planning tersebut pihak PSE Keuskupan Amboina bekerja sama dengan PSE KWI  mendatangkan Tim dari BKCU Kalimantan ( Bapak Drs. A.R. Mecer, S. Masiun, Fran Laten, Eduar Edi Susanto ) dan 2 (dua) orang Pastor yakni Pastor Biyanta, CM ( Sekretaris Eksekutif PSE KWI ) dan Pastor Fredy Rante Taruk, Pr ( Ketua PSE Keuskupan Agung Makasar ) untuk sharing pengalaman, memandu/mengarahkan para peserta Strategic Planning.

PASTOR-ZOMERMelalui proses dan perdebatan yang panjang akhirnya terbentuklah Credit Union Ala Kalimantan yang diberi nama KOPERASI CREDIT UNION HATI AMBOINA dan KEPENGURUSANYA yang deklerasikan pada tanggal 30 Nopember 2007 yang di nakhodai oleh Pastor Wilhelmus Zomer, MSC

Berbekal dari keyakinan serta semangat yang menggebu-gebu, Pengurus, Pengawas, Staf beserta Timnya bergerak cepat melakukan sosialisasi kepada umat baik yang berada di wilayah Kota Ambon maupun umat yang berada di wilayah Maluku Tenggara yakni pulau-pulau Kei dan pulau-pulau Tanimbar, alhasil banyak umat tertarik dan mendaftarkan diri sebagai anggota CU HATI AMBOINA.

Diposkan pada Uncategorized | Komentar Dinonaktifkan pada Cikal Bakal Berdirinya CU Hati Amboina

SELAMAT NATAL dari Pengurus CU Hati Amboina

Spanduk-Kantor.gif

Selamat merayakan Natal 25 Desember 2015

dan

Selamat Menyongsong Tahun Baru, 01 januari 2016

Bagi seluruh Umat Kristiani dimanapun berada, teristimewa bagi seluruh anggota Credit Union Hati Amboina

Mari Kita Menjadi Pembawa Cinta Kasih Damai dan Terang bagi Dunia Semoga kehidupan kita dan keluarga selalu dipenuhi dengan Cinta dan Damai sehingga kita sekalian dapat “Hidup Beersama Sebagai Keluarga Allan”

 

Diposkan pada Uncategorized | Komentar Dinonaktifkan pada SELAMAT NATAL dari Pengurus CU Hati Amboina

Credit Union Hati Amboina Menyelenggarakan Monev

z-2

Credit Union melaksanakan misi sejatinya yaitu memberdayakan anggota untuk meningkatkan kualitas hidup mereka. Credit Union tidak boleh hanya berorientasi meningkatkan jumlah anggota dan aset tetapi sungguh-sungguh memperhatikan program­program yang telah ditetapkan pada saat Business Plan yang bertujuan  untuk memperkuat Lembaga dan anggota.

Credit Union hati amboina terus mengalami perkembangan secara signifikan, dilihat dari peningkatan Aset maup  un anggota yang terus bertambah namun perkembangan ini harus terus dikontrol dan dievaluasi secara kontinyu agar dapat mengetahui persoalan-persoalan yang terjadi dan dapat melahirkan rekomendasi-rekomendasi penting untuk perbaikan.

Hal penting yang harus selalu diperhatikan adalah perekrutan anggota, sistem akuntansi keuangan, pendidikan dan pemberdayaan anggota, tata kelola, kemampuan manajemen dalam pelayanan serta pencatatan dan pelaporan setiap kegiatan tersebut juga semakin kompleks. Dalam pelaporan yang dilakukan didasarkan pada struktur organisasi CU yang terdiri dari empat bidang utama yaitu bidang Keuangan, Bidang kredit, DIKLAT dan Tata Usaha serta memperhatikan Kinerja Pengurus, Pengawas, Komite dan Manajemen

Setiap bidang yang bersangkutan memiliki aktivitas dan pelaporan dari masing-masing bidang tersebut dan akan dikonsolidasikan pada periode tertentu. Monitoring dan evaluasi dalam pelaksanaan kegiatan pada bidang-bidang tersebut sangat penting untuk dilakukan guna untuk megetahui apakah setiap rencana kerja yang telah disusun sebelumnya dapat terealisasikan pada periode yang bersangkutan

Monitoring dan Evaluasi dilakukan dengan tujuan sebagai berikut :

  1. Mengevaluasi capaian program kerja masing-masing bidang pada setiap KP sesuai dengan program yang telah di tetapkan pada saat Business Plan TB 2015
  2. Mengetahui kendala-kendala yang dialami dan membuat rekomendasi perbaikan pada bidang-bidang yang masih belum tercapai ataupun ideal
  3. Membahas persoalan-persoalan penting yang terjadi di CUHA dan membuat rekomendasi penyelesaiannya

Monitoring dan Evaluasi yang dilakukan Periode Januari s/d September 2015 dilaksanakan pada :

  • Tempat Kegiatan : Elizabeth Hotel and Resort

Jl. Imam Bonjol No. 15 – Ambon

  • Waktu kegiatan : 23 – 25 Oktober 2015
  • Check In : Kamis, 22 Oktober 2015
  • Check Out : Senin, 26 Oktober 2015
DSC_0002

Fasilitator Monev CUHA

Kegiatan ini di Fasilitasi Oleh fasilitator internal CUHA sebanyak 3 orang yang terdiri dari Pengurus, Pengawas dan Manajemen : Bpk. Fredy Talapessy ( Bendahara ), Ibu Fransiska N Ralahallo ( Anggota Pengawas ) dan Ibu Yuliana Latan (Plh. Manajer “Kabag TU”) dan Peserta yang terlibat dalam kegiatan ini sebanyak 27 Orang yang terdiri dari Pengurus 6 Orang, Pengawas 2 Orang, Komite KP : 8 Oraang ( Ambon (3 Org), Saumlaki (3 Org) dan Kei Kecil (2 Org), Manajemen Kantor Induk 5 Orang, Manajemen KP 6 Orang ( Ambon (2 Org), Saumlaki (2 Org) dan Kei Kecil (2 Org).

dalam pelaksanaan kegiatan ini juga dibentuk panitia agar dapat mengkoordinir sehingga pelaksanaan kegiatan dapat berjalan dengan baik dan panitia terdiri dari : Ketua “P. Isaias Titirloloby, Pr”, Sekretaris :  “aLan Oratmangun”, Bendahara “Yeremias Jimmy Lelyemin”, Seksi Acara “Maria J. F  Esomar” Seksi Liturgi “Bpk. Doni Sarbunan”, Seksi Konsumsi “Teresia D Subankoly”, Seksi Akomodasi & Dok. “Paulus Koryesin”

Pelaksanaan kegiatan

Pada tanggal 22 oktober 2015 peserta yang berasal dari kantor pelayanan Saumlaki dan kei kecil tiba di ambon dan langsung menuju ke tempat kegiatan yaitu Hotel Elisabeth dan melakukan Check In sesuai dengan agenda yang telah ditetapkan oleh panitia, setelah itu peserta dari wilayah ambon diantaranya para pengurus, pengawas dan komite dari KP Ambon.

Kegiatan Monev di mulai pada Jam 20:30 wit yang diawali dengan Lagu Indonesia raya dan pembacaan Visi, Misi, Slogan dan Nilai-nilai inti. Selanjutnya sambutan serta Pembukaan Lokakarya Monitoring dan Evaluasi Oleh Ketua Pengurus; P. Inno Renwarin, MSC, dalam sambutannya, beberapa hal yang disampaikan adalah sapaan bagi para peserta yang datang dari KP-KP, Saumlaki, Kei Kecil dan Ambon serta informasi menyangkut dengan hasil seleksi yang telah dilaksanakan yang mana hasilnya sudah ada namun masih ada beberapa hal yang harus dilakukan lagi oleh panitia sehingga pengumuman tidak disampaikan pada saat pembukaan kegiatan namun akan disampaikan pada pertengahan ataupun pada ahir kegiatan monev

Disamping itu hal penting juga yang diingatkan adalah setelah monev ada persiapan cuha untuk kegiatan BP sehingga yang penting untuk diperhatikan. Harapannya para peserta dapat mengikutinya dengan baik mulai dari awal sampai ahir serta serius dalam prosesnya sehingga hasil yang diharapkan dapat bermanfaat bukan untuk pribadi kita namun untuk semua anggota kita; kita juga berharap, almahrum P. Zomer hadir bersama kita sekalian

Selanjutnya adalah perkenalan peserta :

d-3h

Perkenalan Peserta KP Ambon

  • KP Saumlaki;
  • Koordinator Komite : P. Jemmy Balubun, MSC
  • Komite DIKLAT : Ubaldus Sainyakit
  • Komite Audit : Wendelina Oratmangun
  • Kepala KP : Anna Naranlele
  • Staf Keuangan : Viona Lambi
  • KP Kei Kecil
  • Ketua Pengurus : P. Inno Renwarin, MSC “Membantu sementara di KP”
  • Komite Kredit : Kostansia Renyaan
  • Komite Keuangan : Theresia Tamnge
  • Kepala KP : Anselmus Tethool
  • Staf TU & Jalinan : Tince de Lima
  • KP Ambon
  • Koordinator Komite : Yeremias Kulwembun “Komite DIKLAT KP”
  • KomiteKredit : Ignasius Refo
  • Komite Keuangan : Boy Fautngilyanan
  • Kepala KP : Florentina Jempormase
  • Staf Kredit : Robertus Bala
  • Kantor Induk
  • Ketua Pengurus : P. Inno Renwarin, MSC
  • Wakil Ketua : Paulus Watunglawar, SE
  • Sekretaris : Fransina Lamere
  • Bendahara : Fredy Talapessy
  • Anggota Pengurus : P. Isaias Titirloloby, Pr
  • Anggota Pengurus : Donatur Sarbunan
  • Sekretaris Pengawas : Maria J.F Esomar
  • Anggota Pengawas : Fransina Ralahallo
  • Plh Manajer : Yuliana Latan “Kabag TU”
  • Kabag Kredit : Paulus Koryesin
  • Kabag Keuangan : Yeremias J Lelyemin
  • Kabag DIKLAT : Paulus Oratmangun
  • Staf DIKLAT KI : Teresia D Subankoly

Dua orang dari kantor induk tidak hadir namun sudah izin ke Panitia yaitu Ketua Pengawas “Ibu Ros” dan anggota pengurus “Ibu Engli”

Selanjutnya acara pembukaan ditutup dengan Doa yang dipimpin oleh Bpk. Donatus Sarbunan dan Pengumuman dari panitia.

Pada hari kedua (23 Oktober 2015) Kegiatan dimulai sesuai jadwal yang telah disepakati, seperti biasa diawali dengan rangkaian awal “Doa Pembukaan, Pembacaan Visi, Misi, Slogan dan Nilai-nilai Inti” dan ini langsung di pimpin oleh kelompok yang bertugas pada hari pertama yaitu KP Saumlaki “Ibu Anna” dan selanjutnya diserahkan ke panitia dan panitia mengundang fasilitator untuk langsung memimpin jalannya sesi.

Proses awal dimulai dengan penyampaian agenda kegiatan dari Ibu yuli dan selanjutnya diserahkan kepada Pa Edy untuk membawakan Materi Pertama tentang “Secangkir Kopi” dimana dalam proses ini fasilitator menghantar peserta untuk melihat jalannya kegiatan ini, apa yang harus dilakukan dan apa saja yang harus dibahas, diharapkan juga penggunaan waktu dapat berjalan secara efisien dan materi yang tersaji dapat diserap dengan baik oleh semua peserta

Setelah penyampaian secangkir kopi dari Bpk. Fredy talapessy dilanjutkan dengan Pembahasan laporan dari masing-masing bidang dan tanggapan dari peserta :

  • Pembahasan Kinerja Bidang Keuangan ( 23 Oktober 2015 ) :
  • KP Ambon; disampaikan oleh Kepala KP “Vera Jempormase”; Lihat Laporan KP
  • KP Saumlaki; disampaikan oleh Staf Keuangan “Viona Lambi”; Lihat Laporan KP
  • KP Kei Kecil; disampaikan oleh Kepala KP “Anselmus Tethool”; Lihat Laporan KP
  • Konsolidasi; disampaikan oleh KABAG Keuangan “Yeremias J Lelyemin”; Lihat Laporan KI
  • Pembahasan Kinerja Bidang Kredit ( 23 Oktober 2015 ) :
  • KP Ambon; disampaikan oleh Staf Kredit “Robertus Bala”; Lihat Laporan KP
  • KP Saumlaki; disampaikan oleh Kepala KP“Anna Naranlele”; Lihat Laporan KP
  • KP Kei Kecil; disampaikan oleh Kepala KP “Anselmus Tethool”; Lihat Laporan KP
  • Konsolidasi; disampaikan oleh KABAG Kredit“Paul Koryesin”; Lihat Laporan KI
  • Pembahasan Kinerja Bidang DIKLAT ( 24 Oktober 2015 ) :
  • KP Ambon; disampaikan oleh Staf Kredit “Robertus Bala”; Lihat Laporan KP
  • KP Saumlaki; disampaikan oleh Staf Keuangan “Viona Lambi”; Lihat Laporan KP
  • KP Kei Kecil; disampaikan oleh Staf TU & Jalinan “Tince de Lima”; Lihat Laporan KP
  • Konsolidasi; disampaikan oleh KABAG DIKLAT “Paulus Oratmangun”; Lihat Laporan KI
  • Pembahasan Kinerja Bidang TU & Jalinan ( 24 Oktober 2015 ) :
  • KP Ambon, KP Saumlaki, KP Kei Kecil dan Konsolidasi; disampaikan oleh KABAG TU & Jalinan“Yuliana Latan”; Lihat Laporan KP-KP dan Laporan KI
  • Bahan-bahan yang di diskusikan dalam Monev ini adalah :
  1. Program Kerja masing-masing bidang per KP dan konsolidasi Sampai Bulan September 2015
  2. Realisasi capaian Program Kerja Sampai Bulan September 2015 : lihat Realisasi dan Prosentase (Target Budget, Cashflow)
  3. Hasil Pendampingan Kepala bagian di KP-KP
  4. Hasil Audit Pengawas & Monitoring Pengurus
  5. Hasil Seleksi Pimpinan Manajemen CUHA
  6. CURHAT “Evaluasi Kinerja Pengurus, Pengawas, Komite dan Manajemen”
  7. Rekomendasi perbaikan/Usul

Salah satu moment penting yang terjadi dalam monev ini dimana pada hari kedua kegiatan monev tanggal 24 Oktober 2015 disampaikan pengumuman oleh Tim Seleksi yang menyampaikan tentang hasil seleksi pimpinan Manajemen yang dilakukan oleh tim seleksi dimana melalui suatu proses yang panjang dan melibatkan Tim Profesional dalam Proses seleksi yang di ikuti oleh 10 (sepuluh) orang manajemen sebagaimana yang ditegaskan oleh Bpk. Poli Watunglawar sehingga apapun hasilnya diharapkan semua dapat menerima dengan baik hasil yang telah tersedia, selanjutnya hasil seleksi dibacakan oleh Ibu Diah Esomar dimulai dengan surat keputusan pengurus untuk pelaksanaan seleksi manajer dan hasil seleksi yang telah dilakukan, dari hasil yang ada terpilih 5 orang yang memiliki nilai cukup baik dan satu yang terpilih sebagai manajer baru CU Hati Amboina adalah Ibu Yuliana Latan, semua peserta bahagia menerima hsil yang telah disampaikan oleh Tim.

g9

Manager Terpilih : Ibu Yuli Latan

Pada saat di minta untuk menyampaikan sepatah kata, dengan air mata bahagia ibu Yuli menerima tugas yang baru yang diberikan kepadanya dan berterima kasih atas dukungan dari semua pihak dan meminta agar dapat bekerjasama dengan baik dengan semuanya terutama teman-teman manajemen agar apa yang telah diprogramkan dapat tercapai dengan baik juga terima kasih kepada tim seleksi yang telah melaksanakan tugasnya dengan baik dan selesai tepat pada waktunya serta memberikan hasil yang memuaskan bagi kita semua.

Melalui proses yang cukup panjang selama 3 hari, maka di Hasilkan beberapa keputusan atau Rekomendasi yang harus dilaksanakan oleh seluruh aktivis CU diantaranya : Rekomendasi Bidang Keuangan, Bidang Kredit, Bidang Diklat, Bidang Tata Usaha, Pengurus, Pengawas, hasil Audit Pengawas dan Struktur pimpinan Manajemen CU Hati Amboina yang baru

 “seluruh hasil/rekomendasi ini dapat dilihat pada lampiran masing-masing bidang yang ada”

Seluruh peserta bahagia menerima proses yang ada dengan semua rekomendasi yang telah dibuat dan membuat komitmen untuk menjalankan dan melakukan perbaikan demi perubahan CUHA yang lebih baik

DSC_0043

Misa Penutupan Kegiatan

Ahirnya pada hari minggu, 25 Oktober 2015 pukul 18:00 wit kegiatan Monitoring dan Evaluasi ditutup dengan misa syukur yang dipimpin oleh P. Isais titirloloby, PR dan dihadiri oleh semua peserta Monev. Setelah itu, makan malam bersama dan dilanjutkan dengan acara selebrasi, semua peserta mengikutinya dengan bahagia.

 

Pada tanggal, 26 Oktober 2015 semua peserta Chech Out dari tempat kegiatan dan kembali ke tempat masing-masing.

Terima kasih atas partisipasi semua pihak yang terlibat dan telah meluangkan waktu untuk mengikuti kegiatan ini. Semoga semua rekomendasi yang telah dihasilkan dapat kita jalankan dengan baik dan penuh rasa tanggungjawab, kita semuanya dinantikan pada kegiatan berikut yang lebih menguras tenaga lagi yaitu Business Plan CU Hati Amboina Tahun Buku 2016. Semog kita tetap semangat

“DANKE” Disiplin, Amanah, Netral, Kejujuran, Empati

 

Ketua Panitia : P. Isaias Titirloloby, Pr

Sekretaris : aLan Oratmangun

 

Diposkan pada Uncategorized | Komentar Dinonaktifkan pada Credit Union Hati Amboina Menyelenggarakan Monev

Credit Union Bukanlah “SANTA CLAUS”

Credit Union pertama kali dicetuskan di Jerman pada tahun 1849 oleh Walikota Flammersfield, Frederich Wilhelm Reiffeisen (1818-1888) bertujuan untuk menolong kaum miskin yang sedang mengalami krisis ekonomi pada saat itu dan memberdayakan masyarakat (anggota) untuk meningkatkan kesejahteraan dan martabatnya, melalui pelayanan simpan dan pinjam (bukan pinjam untuk simpan)

Gagasan ini didasarkan pada pengalaman-pengalaman yang di alami oleh Raiffeisen dalam melakukan upaya pengentasan kemiskinan yaitu dengan membagi-bagikan uang dan roti kepada orang miskin yang ternyata gagal dan tidak membawa perubahan seperti yang diinginkannya. Tujuan sebenarnya yang ingin disampaikan oleh Reiffeisen adalah menghimbau kepada masyarakat agar peduli kepada sesama namun tidak memberikan bantuan berupa materi (uang dan roti dalam pengalaman nyatanya) tapi berilah bantuan yang bersifat mendorong pemberdayaan manusia seutuhnya, sehingga manusia berdaya guna dan berdaya cipta untuk dapat meningkatkan kesejahteraannya sendiri.

Credit Union saat ini mulai di kenal luas dalam masyarakat terlebih lagi pada ide-ide pemberdayaan yang sangat nyata untuk anggotanya yang di lakukan melalui pendidikan, pelatihan dan pendampingan baik secara individu maupun kelompok namun harus diakui bahwa dalam pengembangannya diperlukan kerjasama dan dukungan yang baik dari Semua stake holder dan aktivis Gerakan Credit Union dan selalu menyadari bahwa “mengurus” Credit Union adalah pengelolaan usaha dalam rangka memenuhi kebutuhan anggotanya.

Harus diakui bahwa terkadang sulit membedakan dengan teliti mana yang menjadi kebutuhan dan mana yang jadi keinginan anggota sehingga akhirnya banyak Credit Union yang terjebak pada “hanya” pelayanan keuangan dan melupakan upaya pemberdayaan anggota untuk mampu mengeluarkan dirinya dari jurang kemiskinan.

Misi utama Credit Union yaitu Meningkatkan Kualitas Hidup Para Anggota, sebuah misi yang sangat mulia dan sederhana namun tidak mudah untuk diwujudkan dengan hanya memberikan uang dan roti seperti yang dilakukan oleh sang walikota pada awal pendirian Credit Union namun dibutuhkan suatu sistem sebagai tanggung jawab akuntabilitas dan transparansi sesuai standar yang telah dibuat untuk melindungi credit union dan membangun hubungan yang kuat dengan para anggota dan stakeholder credit union itu sendiri sehingga dapat bertumbuh dan berkembang dengan sehat, aman, dan berkelanjutan.

Untuk mengaplikasikan misi credit union ini, maka dalam pelayanannya setiap insan credit union berusaha semaksimal mungkin dengan upaya-uapaya dan ide-ide kreatif yang dilakukan melalui pelayanan simpanan dan pinjaman serta pendidikan anggota yang berkelanjutan sehingga para anggota benar-benar memahami tujuan utama credit union itu sendiri, namun hal penting yang harus disadari juga bahwa keberadaan credit union tidak terbatas hanya sebagai sebuah lembaga pemberi pinjaman kepada para anggotanya namun lebih dari itu bagaimana Credit Union dapat mengontrol penggunaan uang, memperbaiki nilai-nilai moral dan fisik manusia serta memperbaiki manusia agar bertindak sesuai hati nuraninya.

Pada kenyataannya, banyak orang ketika ingin masuk menjadi anggota atau bahkan setelah menjadi anggota, berpikir bahwa CU bagaikan “Santa Claus” yang dapat menjawab semua keinginan mereka tanpa harus berusaha untuk memperbaiki kekurangan dan keterbatas yang ada “yang penting sudah jadi anggota maka saya sudah bisa pinjam dari CU” anggota tidak menyadari bahwa ada banyak hal yang dapat dia lakukan di CU, sebagaimana yang disampaikan oleh Reiffeisen “Orang Membantu Orang Lain agar Dapat Membantu Dirinya Sendiri” jadi kita tidak hanya menunggu bantuan dari orang lain baru kita berusaha namun kita harus melakukan sesuatu agar dapat membantu orang lain sehingga kitapun dapat terbantu. Hal sederhana yang dapat kita lakukan adalah mengikuti pendidikan-pendidikan anggota maupun kegiatan CU lainnya sehingga menambah wawasan tentang CU.

Saat ini, seluruh credit union dibawah jaring Puskopdit BKCU Kalimantan mulai menggalangkan pembinaan anggota tidak hanya secara individu namun dalam bentuk Community Development atau Pemberdayaan komunitas sebagai sebuah proses penyadaran melalui pendidikan dan pelatihan, peningkatan kapasitas dan pendampingan agar anggota mampu meningkatkan kualitas hidupnya secara mandiri dan berkelanjutan. Pembentukan basis komunitas tidak secara langsung dilakukan namun perlahan-lahan sudah dimulai dengan membentuk struktur dan sistem yang baik melalui perencanaan strategis agar dapat berjalan dengan baik.

Dalam tulisan ini, penulis ingin mengingatkan kembali kepada seluruh pengurus, pengawas, manajemen dan aktivis Gerakan Credit Union untuk kembali menempatkan kebutuhan anggota sebagai tujuan usaha dan lebih kreatif dalam menggali potensi yang ada, tentu saja upaya tersebut harus dilakukan dan dilandasi semangat “saling percaya” dan “bekerja sama” walaupun disadari sungguh bawha masih ada keterbatasan pemahaman anggota tentang CU serta pola pikir serta karakter konsumtif dari anggota namun kita tetap optimis bahwa kehadiran Credit Union dapat memberikan harapan yang cerah bagi semua anggota.

Diposkan pada Uncategorized | Komentar Dinonaktifkan pada Credit Union Bukanlah “SANTA CLAUS”